Pasaman Barat Tampil di Festival Literasi Daerah Sumbar 2026, Perkuat Literasi Sebagai Fondasi Jaga Alam dan Budaya
Admin Sumbarjaya.id
•
09 September 2026, 04:07 WIB
•
6 views
Pasaman Barat, Sumbarjaya.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat turut berpartisipasi aktif dalam Festival Literasi Daerah Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.
Acara yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Berlangsung selama tiga hari mulai 8 hingga 10 September 2026 di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat di Padang, festival tahun ini mengangkat tema “Peranan Literasi dalam Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya”.
Acara pembukaan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, pada hari Selasa (8/9/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan membaca semata, melainkan harus mampu mendorong masyarakat mengenali potensi daerah, memahami persoalan, hingga melahirkan tindakan nyata termasuk menjaga lingkungan sebagai ekosistem kehidupan.
“Perpustakaan harus bertransformasi menjadi infrastruktur sosial dan intelektual, bukan sekadar tempat mencari buku, melainkan ruang untuk memperoleh pengetahuan, mengasah keterampilan, memperkuat UMKM, dan membangun jejaring,” ujar G bernur Mahyeldi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas pihak pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, keluarga, komunitas, dunia usaha, media, hingga Bunda Literasi dan pegiat literasi agar Sumatera Barat melahirkan generasi yang melek teknologi namun tetap kokoh memegang karakter dan kearifan lokal.
Festival Literasi Daerah Sumbar 2026 hadir dengan puluhan rangkaian kegiatan yang kaya dan beragam, meliputi gelar wicara, bedah buku, peluncuran buku, musikalisasi puisi, membaca nyaring, bertutur, mendongeng, komedi literasi, pameran naskah kuno, hingga pertunjukan kesenian dan jelajah cakrawala.
Beragam stan dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, komunitas literasi, organisasi, dan pelaku UMKM turut meramaikan suasana festival.
Pasaman Barat Hadir dengan Komitmen dan Keterlibatan Komunitas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pasaman Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Muharram, didampingi Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, serta Duta Baca Kabupaten Pasaman Barat, Cahayu Azahra Salman.
Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Pasaman Barat, Muharram, menyampaikan bahwa festival ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai unsur pengembangan literasi di Sumatera Barat sekaligus wadah bertukar pengalaman dan praktik baik antar-daerah.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk bertukar pengalaman, mengenal praktik baik dari daerah lain, serta membangun jejaring dan kolaborasi dalam memperkuat gerakan literasi di Sumatera Barat,” uja Muharram.
Keikutsertaan Pasaman Barat tidak hanya terbatas pada kehadiran unsur pimpinan, melainkan juga ditandai dengan pengisian stan literasi yang menampilkan aktivitas Taman Bacaan Olala dari Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.
"Kehadiran taman bacaan masyarakat ini menjadi bukti nyata peran aktif komunitas literasi di tingkat nagari yang turut berkontribusi di panggung Provinsi," katanya.
Muharram berharap seluruh wawasan, inspirasi, dan pengalaman yang diperoleh selama festival dapat menjadi rujukan untuk mengembangkan program literasi yang lebih kreatif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat Pasaman Barat.
“Literasi adalah fondasi untuk menjaga alam dan melestarikan budaya, sejalan dengan tema festival tahun ini," tambahnya.
Gerakan literasi bukan hanya tentang membaca buku, melainkan tentang membangun masyarakat yang gemar belajar, mampu mengolah informasi, dan terus berkembang,” pungkasnya. (Adi)
Acara yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Berlangsung selama tiga hari mulai 8 hingga 10 September 2026 di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat di Padang, festival tahun ini mengangkat tema “Peranan Literasi dalam Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya”.
Acara pembukaan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, pada hari Selasa (8/9/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan membaca semata, melainkan harus mampu mendorong masyarakat mengenali potensi daerah, memahami persoalan, hingga melahirkan tindakan nyata termasuk menjaga lingkungan sebagai ekosistem kehidupan.
“Perpustakaan harus bertransformasi menjadi infrastruktur sosial dan intelektual, bukan sekadar tempat mencari buku, melainkan ruang untuk memperoleh pengetahuan, mengasah keterampilan, memperkuat UMKM, dan membangun jejaring,” ujar G bernur Mahyeldi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas pihak pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, keluarga, komunitas, dunia usaha, media, hingga Bunda Literasi dan pegiat literasi agar Sumatera Barat melahirkan generasi yang melek teknologi namun tetap kokoh memegang karakter dan kearifan lokal.
Festival Literasi Daerah Sumbar 2026 hadir dengan puluhan rangkaian kegiatan yang kaya dan beragam, meliputi gelar wicara, bedah buku, peluncuran buku, musikalisasi puisi, membaca nyaring, bertutur, mendongeng, komedi literasi, pameran naskah kuno, hingga pertunjukan kesenian dan jelajah cakrawala.
Beragam stan dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, komunitas literasi, organisasi, dan pelaku UMKM turut meramaikan suasana festival.
Pasaman Barat Hadir dengan Komitmen dan Keterlibatan Komunitas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pasaman Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Muharram, didampingi Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, serta Duta Baca Kabupaten Pasaman Barat, Cahayu Azahra Salman.
Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Pasaman Barat, Muharram, menyampaikan bahwa festival ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai unsur pengembangan literasi di Sumatera Barat sekaligus wadah bertukar pengalaman dan praktik baik antar-daerah.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk bertukar pengalaman, mengenal praktik baik dari daerah lain, serta membangun jejaring dan kolaborasi dalam memperkuat gerakan literasi di Sumatera Barat,” uja Muharram.
Keikutsertaan Pasaman Barat tidak hanya terbatas pada kehadiran unsur pimpinan, melainkan juga ditandai dengan pengisian stan literasi yang menampilkan aktivitas Taman Bacaan Olala dari Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.
"Kehadiran taman bacaan masyarakat ini menjadi bukti nyata peran aktif komunitas literasi di tingkat nagari yang turut berkontribusi di panggung Provinsi," katanya.
Muharram berharap seluruh wawasan, inspirasi, dan pengalaman yang diperoleh selama festival dapat menjadi rujukan untuk mengembangkan program literasi yang lebih kreatif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat Pasaman Barat.
“Literasi adalah fondasi untuk menjaga alam dan melestarikan budaya, sejalan dengan tema festival tahun ini," tambahnya.
Gerakan literasi bukan hanya tentang membaca buku, melainkan tentang membangun masyarakat yang gemar belajar, mampu mengolah informasi, dan terus berkembang,” pungkasnya. (Adi)