Hujan Tinggi, Saluran Diduga Tanpa Drainase Air Meluap Masuk Kerumah Warga dan Tutup Jalan di Nagari Kajai Selatan
Admin Sumbarjaya.id
•
03 September 2026, 14:07 WIB
•
158 views
Pasaman Barat, Sumbarjaya.id - Intensitas hujan yang cukup tinggi melanda wilayah Kecamatan Talamau sekitar pukul 17.15 WIB, diduga memicu luapan air saluran yang meluap tak tertampung di Kampung Pinariman, Jorong Tanjung Beruang, Nagari Kajai Selatan, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (3/9/2026) sore.
Akibat tidak adanya saluran pembuang atau drainase yang memadai di lokasi tersebut, air diduga meluap deras masuk ke pekarangan hingga bangunan rumah warga, sekaligus memenuhi sepanjang badan jalan raya yang melintas di kawasan itu.
Kondisi ini tidak hanya merugikan warga saja, yang rumahnya tergenang oleh air, akan tetapi juga sangat menghambat sekaligus membahayakan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan raya yang melintas.
Menurut keterangan warga setempat, peristiwa ini terus berulang setiap kali curah hujan tinggi turun, disebabkan belum tersedianya saluran drainase yang layak dan berfungsi, guna untuk menampung serta menyalurkan aliran air secara baik.
Masyarakat meminta secara tegas kepada Bagian Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat agar segera menindaklanjuti masalah ini.
Penanganan dinilai sudah mendesak, karena kerusakan dan kerugian yang diderita warga serta gangguan lalu lintas sudah terasa nyata dan semakin membebani masyarakat sekitar maupun pemakai jalan umum.
Warga berharap instansi berwenang segera turun meninjau langsung lokasi tersebut, agar membangun saluran pembuang air yang sesuai kebutuhan, agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang. (Adi)
Akibat tidak adanya saluran pembuang atau drainase yang memadai di lokasi tersebut, air diduga meluap deras masuk ke pekarangan hingga bangunan rumah warga, sekaligus memenuhi sepanjang badan jalan raya yang melintas di kawasan itu.
Kondisi ini tidak hanya merugikan warga saja, yang rumahnya tergenang oleh air, akan tetapi juga sangat menghambat sekaligus membahayakan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan raya yang melintas.
Menurut keterangan warga setempat, peristiwa ini terus berulang setiap kali curah hujan tinggi turun, disebabkan belum tersedianya saluran drainase yang layak dan berfungsi, guna untuk menampung serta menyalurkan aliran air secara baik.
Masyarakat meminta secara tegas kepada Bagian Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat agar segera menindaklanjuti masalah ini.
Penanganan dinilai sudah mendesak, karena kerusakan dan kerugian yang diderita warga serta gangguan lalu lintas sudah terasa nyata dan semakin membebani masyarakat sekitar maupun pemakai jalan umum.
Warga berharap instansi berwenang segera turun meninjau langsung lokasi tersebut, agar membangun saluran pembuang air yang sesuai kebutuhan, agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang. (Adi)