Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Pasaman Barat Ajak ASN Teladani Akhlak Rasulullah dan Jaga Pilwana Badunsanak
Admin Sumbarjaya.id
•
03 September 2026, 14:30 WIB
•
47 views
Pasaman Barat, Sumbarjaya.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah, bertepatan tahun 2026 Masehi. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Ilmi Pasaman Barat. ini diikuti segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab setempat, Kamis (3/9/2026).
Upacara peringatan dihadiri langsung Bupati Pasaman Barat H. Yulianto, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, unsur BUMN serta BUMD, dan ribuan ASN lainnya.
Dalam kata sambutannya, Bupat juga menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan momentum berharga untuk mempertebal keimanan, merenungi diri, serta meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW, baik dalam kehidupan pribadi maupun saat menjalankan tugas pemerintahan.
“Ini bukan sekadar acara tahunan. Namun, menjadi momentum bagi kita untuk membersihkan diri dan menjadi penyemangat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.
Sebagai pelayan masyarakat, lanjutnya, setiap ASN dituntut menjaga sikap dan perilaku, mengamalkan nilai-nilai keteladanan Nabi seperti kejujuran, kesederhanaan, kepedulian, semangat persaudaraan serta sikap saling menghargai ke dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Khusus bagi pejabat yang memegang amanah jabatan, ia mengingatkan agar tetap rendah hati dan selalu dekat dengan rakyat.
Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan menyongsong pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana).
Ia juga mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk menjadikan pesta demokrasi nagari berjalan dengan semangat badunsanak: damai, akrab, dan tetap bersaudara meski berbeda pilihan.
“Mari kita jadikan Pilwana badunsanak, menjaga kerukunan, menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.
Keamanan dan ketertiban proses pemilihan, ujarnya, butuh dukungan bersama, mulai dari Niniak Mamak, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Para Calon, hingga seluruh warga.
Sebab, keberhasilan pembangunan daerah pun tidak akan tercapai tanpa dukungan segenap lapisan masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja tanpa dukungan dari semua pihak, termasuk niniak mamak dan masyarakat,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan pengajian dan tausiyah agama, yang disampaikan langsung oleh Buya Drs. H. Diflaizar dari Padang. (Adi)
Upacara peringatan dihadiri langsung Bupati Pasaman Barat H. Yulianto, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, unsur BUMN serta BUMD, dan ribuan ASN lainnya.
Dalam kata sambutannya, Bupat juga menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan momentum berharga untuk mempertebal keimanan, merenungi diri, serta meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW, baik dalam kehidupan pribadi maupun saat menjalankan tugas pemerintahan.
“Ini bukan sekadar acara tahunan. Namun, menjadi momentum bagi kita untuk membersihkan diri dan menjadi penyemangat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.
Sebagai pelayan masyarakat, lanjutnya, setiap ASN dituntut menjaga sikap dan perilaku, mengamalkan nilai-nilai keteladanan Nabi seperti kejujuran, kesederhanaan, kepedulian, semangat persaudaraan serta sikap saling menghargai ke dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Khusus bagi pejabat yang memegang amanah jabatan, ia mengingatkan agar tetap rendah hati dan selalu dekat dengan rakyat.
Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan menyongsong pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana).
Ia juga mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk menjadikan pesta demokrasi nagari berjalan dengan semangat badunsanak: damai, akrab, dan tetap bersaudara meski berbeda pilihan.
“Mari kita jadikan Pilwana badunsanak, menjaga kerukunan, menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.
Keamanan dan ketertiban proses pemilihan, ujarnya, butuh dukungan bersama, mulai dari Niniak Mamak, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Para Calon, hingga seluruh warga.
Sebab, keberhasilan pembangunan daerah pun tidak akan tercapai tanpa dukungan segenap lapisan masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja tanpa dukungan dari semua pihak, termasuk niniak mamak dan masyarakat,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan pengajian dan tausiyah agama, yang disampaikan langsung oleh Buya Drs. H. Diflaizar dari Padang. (Adi)