17 Sep 2026
SUMBARJAYA.ID SUMBARJAYA.ID
Terpopuler
Empat Calon Wali Nagari Lingkuang Aua Kabupaten Pasaman Barat Resmi Miliki Nomor Urut Tahapan Pilwana diduga Semakin Memanas Kebakaran Mobil Sedan di Lingkuang Aua, Api Diduga Berasal dari Las Karbit, Peristiwa ini Tidak Ada Korban Jiwa Alex Samurken Sutan Sati Ajak Pemuda dan Elemen Masyarakat Bersinergi Bangun Saniang Baka Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah Ketuk Palu, Perubahan APBD Tahun 2026 Resmi Disepakati Sebesar Rp1,41 Triliun Survei Lapangan Jalan Lintas Sumbar, Pelebaran Direncanakan di Polongan Enam, di Kawasan Hutan Lindung Aman Pemkab Pasaman Barat Sambut Pimpinan Baru Pengadilan Negeri Pasaman Barat, Perkuat Sinergi Forkopimda Aroma Malamang Tercium Wangi, Digelar di Masjid Raya IKK Ali Mukhni Sekda Doddy San Ismail Dikukuhkan Jadi Ketua HKTI Pasaman Barat Periode 2026-2031 Empat Calon Wali Nagari Lingkuang Aua Kabupaten Pasaman Barat Resmi Miliki Nomor Urut Tahapan Pilwana diduga Semakin Memanas Kebakaran Mobil Sedan di Lingkuang Aua, Api Diduga Berasal dari Las Karbit, Peristiwa ini Tidak Ada Korban Jiwa Alex Samurken Sutan Sati Ajak Pemuda dan Elemen Masyarakat Bersinergi Bangun Saniang Baka Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah Ketuk Palu, Perubahan APBD Tahun 2026 Resmi Disepakati Sebesar Rp1,41 Triliun Survei Lapangan Jalan Lintas Sumbar, Pelebaran Direncanakan di Polongan Enam, di Kawasan Hutan Lindung Aman Pemkab Pasaman Barat Sambut Pimpinan Baru Pengadilan Negeri Pasaman Barat, Perkuat Sinergi Forkopimda Aroma Malamang Tercium Wangi, Digelar di Masjid Raya IKK Ali Mukhni Sekda Doddy San Ismail Dikukuhkan Jadi Ketua HKTI Pasaman Barat Periode 2026-2031
Sosial

Terkait Kabut Asap Beberapa Hari Terakhir ini, Mengundang Perhatian dan Kepedulian Insan Pers

Admin Sumbarjaya.id 12 September 2026, 09:05 WIB 35 views
Terkait Kabut Asap Beberapa Hari Terakhir ini, Mengundang Perhatian dan Kepedulian Insan Pers
Sawahlunto, Sumbarjaya.id - Peduli terhadap masyarakat, terkait Kabut Asap yang menyelimuti Kota Sawahlunto dalam beberapa hari terakhir ini mengundang perhatian dan kepedulian Insan Pers atau Wartawan, Jumat (11/9/2026).

Tidak hanya menulis berita saja, para Wartawan yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto turun langsung ke jalan dan  membagikan 300 masker gratis kepada masyarakat.

Aksi sosial dan kepedulian terhadap ketidak nyamanan gegara Kabut Asap yang dilaksanakan pada Jumat 11/09/2026.

Pembagian masker ini juga menyasar kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Pembagian masker dipusatkan di sejumlah titik keramaian seperti kawasan pasar, simpang jalan utama, dan area publik lainnya yang banyak dilalui pengendara dan pejalan kaki.

Menariknya, kegiatan ini menjadi penanda eksistensi komunitas yang sudah cukup lama berkiprah. Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto tercatat telah berusia selama 13 tahun.

Tiba saatnya dan konsisten, hadir dalam berbagai aksi sosial kemanusiaan, mulai dari membantu korban bencana, menyalurkan bantuan untuk warga kurang mampu, hingga aksi tanggap lingkungan seperti saat ini.

Komunitas Wartawan Peduli berkolaborasi dengan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) DPC Kota Sawahlunto untuk memperluas jangkauan dan dampak bantuan. 

Kemudian, seluruh masker yang dibagikan ini merupakan hasil sumbangan dari para donatur yang digerakkan oleh Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto.

Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto sekaligus Ketua IPJI DPC Kota Sawahlunto.
Di lapangan yaitu Yanto Ula.

Ia terlihat turun langsung bersama anggota Wartawan membagikan masker satu per satu kepada masyarakat, pengendara ojek, pedagang kaki lima, hingga anak sekolah yang melintas tanpa masker.

Menurut Ketua Yanto Ula, Sebanyak 300 masker ini terkumpul berkat kepedulian para donatur yang merespon cepat ajakan dari komunitas. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan tersebut.

"Alhamdulillah, sebanyak 300 masker  adalah sumbangan dari para donatur yang kami gerakkan melalui Komunitas Wartawan Peduli," ujarnya.

"Kami telah menyampaikan kondisi Kabut Asap di Sawahlunto, kemudian para donatur langsung merespon. Ini buktinya bahwa kepedulian itu masih sangat besar," tambahnya.

Dalam aksi sosial ini, berangkat dari kegelisahan melihat kondisi udara yang tidak sehat akibat kabut asap yang membuat aktivitas masyarakat terganggu akan kesehatannya. (Fery)

Bagikan artikel ini: