Cegah Dampak Kabut Asap, Pemkab Pasaman Barat dan PMI Bagikan Sebanyak 6.500 Masker ke Pelajar dan Masyarakat
Admin Sumbarjaya.id
•
11 September 2026, 15:38 WIB
•
137 views
Pasaman Barat, Sumbarjaya.id - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat membagikan 6.500 lembar masker kepada masyarakat dan pelajar pada Jumat (11/9/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons dan upaya antisipatif terhadap penurunan kualitas udara yang berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.
Kegiatan pembagian dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pasaman Barat sekaligus Ketua PMI Kabupaten Pasaman Barat, M. Ihpan.
Distribusi masker menyasar sejumlah titik strategis, meliputi SD Negeri 09 Pasaman, kawasan Bundaran Simpang Empat, SD Negeri 07, serta 1.500 masker dialokasikan khusus untuk masyarakat di Kecamatan Talamau.
Lindungi Generasi Penerus dari Dampak Asap.
Dalam arahannya, M. Ihpan menegaskan bahwa pembagian masker ini merupakan langkah sederhana namun krusial untuk melindungi warga dari paparan udara yang kurang sehat.
"Pembagian masker ini dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat karena kondisi udara yang kurang sehat. Kita khawatir kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan pernapasan, terutama anak-anak," ujar Wabup.
Ia menekankan pelajar termasuk kelompok yang rentan karena tingginya aktivitas mereka di lingkungan sekolah maupun di luar ruangan.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk menginstruksikan siswa serta tenaga pendidik menggunakan masker sesuai kondisi lingkungan.
"Kami mengimbau seluruh sekolah untuk menginstruksikan penggunaan masker. Masyarakat juga kami minta menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan menggunakan masker," pesannya.
Edukasi Langkah Pencegahan Sejak Dini.
Tak hanya membagikan masker, jajaran Dinas Kesehatan melalui Puskesmas terkait juga memberikan edukasi langsung kepada para siswa mengenai tata cara penggunaan masker yang benar.
Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar memberikan perlindungan sesaat, melainkan membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.
M. Ihpan menambahkan, PMI Pasaman Barat masih menyiapkan stok masker untuk didistribusikan ke kecamatan-kecamatan lainnya. Pencegahan, kata dia, jauh lebih baik daripada pengobatan.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kesehatan. Jangan menunggu sakit baru melakukan pencegahan. Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah merupakan salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan," tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, Kepala Dinas Pendidikan, Imter, serta sejumlah pejabat terkait.
Sinergi antara pemerintah daerah dan PMI ini diharapkan mampu menjaga tingkat kekebalan tubuh masyarakat, terutama anak-anak, agar tetap sehat meski kondisi udara belum sepenuhnya kembali normal. (Adi)
Langkah ini diambil sebagai respons dan upaya antisipatif terhadap penurunan kualitas udara yang berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.
Kegiatan pembagian dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pasaman Barat sekaligus Ketua PMI Kabupaten Pasaman Barat, M. Ihpan.
Distribusi masker menyasar sejumlah titik strategis, meliputi SD Negeri 09 Pasaman, kawasan Bundaran Simpang Empat, SD Negeri 07, serta 1.500 masker dialokasikan khusus untuk masyarakat di Kecamatan Talamau.
Lindungi Generasi Penerus dari Dampak Asap.
Dalam arahannya, M. Ihpan menegaskan bahwa pembagian masker ini merupakan langkah sederhana namun krusial untuk melindungi warga dari paparan udara yang kurang sehat.
"Pembagian masker ini dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat karena kondisi udara yang kurang sehat. Kita khawatir kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan pernapasan, terutama anak-anak," ujar Wabup.
Ia menekankan pelajar termasuk kelompok yang rentan karena tingginya aktivitas mereka di lingkungan sekolah maupun di luar ruangan.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk menginstruksikan siswa serta tenaga pendidik menggunakan masker sesuai kondisi lingkungan.
"Kami mengimbau seluruh sekolah untuk menginstruksikan penggunaan masker. Masyarakat juga kami minta menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan menggunakan masker," pesannya.
Edukasi Langkah Pencegahan Sejak Dini.
Tak hanya membagikan masker, jajaran Dinas Kesehatan melalui Puskesmas terkait juga memberikan edukasi langsung kepada para siswa mengenai tata cara penggunaan masker yang benar.
Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar memberikan perlindungan sesaat, melainkan membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.
M. Ihpan menambahkan, PMI Pasaman Barat masih menyiapkan stok masker untuk didistribusikan ke kecamatan-kecamatan lainnya. Pencegahan, kata dia, jauh lebih baik daripada pengobatan.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kesehatan. Jangan menunggu sakit baru melakukan pencegahan. Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah merupakan salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan," tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, Kepala Dinas Pendidikan, Imter, serta sejumlah pejabat terkait.
Sinergi antara pemerintah daerah dan PMI ini diharapkan mampu menjaga tingkat kekebalan tubuh masyarakat, terutama anak-anak, agar tetap sehat meski kondisi udara belum sepenuhnya kembali normal. (Adi)